Udara pagi berhembus, masuk lekat dan tertanam di dalam sanubariku.
tersadar dan termenung diriku di kala itu, tenggelam dlam ingtan dan kenangan.
sosok indah dan cantik tak dapat ku raih lagi.
hilang bersama burung besar yang mengarungi angkasa luar.
membawa serta segala harapan, kebahagiaan, senyum indah, dan SEPARUH JIWA
tak terasa hingar tawa, canda, dan kebahagiaan hilang.
tertelan dalam samudera kesepian, kehancuran dan kehilangan yang mendalam.
inginku kutuk dikau yang indah namun ku tak sanggup, keindahanmu membekukanku aku.
ingin ku kutuk engkau yang cantik, namun tatapan dan senyum indahmu meluluh lantakan diriku.
semua kata yang terpahit ku jilat kembali karena engkau terlalu indah tuk di cemarkan.
ingin kurobek segala lukisan indah yang telah kita torehkan di atas batu karang.
dengan tinta yang takkan terhapus oleh zaman, maupun oleh air mata.
saat akan memecahkan karang itu terasa terdengar rintihan, jerit tangis yang aneh.
seakan melindungi segala lukisan indah yang terpampang di atas karang penderitaan.
dalam kegelapan segala memori, cerita dalam lukisan terputar kembali dalam bioskop hati.
menceritakan kisah manusia yang mengharapkan bidadari tanpa bisa berbuat apa-apa.
salahkah sang manusia yang tak berbuat?ato salahkah bidadari yang tak memberi kesempatan kedua?
semua hanya dapat dipastikan dalam memori indah sang pencipta.
penulis yang terkenal dengan kisah-kisah harmoni cinta, persahabatan dan kehidupan.
sutradara film dunia, yang mengubah seonggok daging tak berharga menjadi insan yang tak ternilai.
saat itu ku tersadar bukan aku yang bisa menjadi seperti ini, namun kau yang membuatku seperti ini.
cintaku memang tak bisa membuat dunia berputar, tapi cinta pula yang dapat membuatku mengarungi kehidupan ini.
Buat engkau yang tak pernah tahu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar